Click here for Myspace Layouts
Orange Snowflake

Minggu, 03 April 2011

SAJAK DALAM TIGA BAGIAN

/i/

dingin malamkah ini
yang kukembalikan padamu
sepenuhnya? Warna-warni mendadak gaib
dalam putih. Tinggal sengal


/ii/

di balik rumpun bambu itu aku tersayat menunggu,
begitu katamu; ah, kau telah menggodaku untuk bunuh diri
kalau kali ini pun palsu


/iii/

bintang-bintang yang dingin itu telah membuatku mabuk,
menyebut-nyebut namamu
angin yang tajam itu telah membuatku mabuk, menyebut-
nyebut namamu
bunga rumput liar itu telah membuatku mabuk, menyebut-
nyebut namamu
ternyata sudah lama aku berniat membunuhmu, kekal padamu

Sumber : Ayat-Ayat Api (Sapardi Djoko Damono)
Read More..

AKU TENGAH MENANTIMU

aku tengah menantimu, mengejang bunga randu alas
di pucuk kemarau yang mulai gundul itu
berapa juni saja menguncup dalam diriku dan kemudian layu
yang telah hati-hati kucatat, tapi diam-diam terlepas

awan-awan kecil melintas di atas jembatan itu, aku menantimu
musim telah mengembun di antara bulu-bulu mataku
kudengar berulang suara gelombang udara memecah
nafsu dan gairah telanjang di sini, bintang-bintang gelisah

telah rontok kemarau-kemarau yang tipis; ada yang mendadak sepi
di tengah riuh bunga randu alas dan kembang turi aku pun menanti
barangkali semakin jarang awan-awan melintas di sana
dan tak ada, kau pun, yang merasa ditunggu begitu lama

Sumber : Ayat-Ayat Api (Sapardi Djoko Damono)
Read More..

Jumat, 11 Maret 2011

Sebersit DEPAPEPE


DEPAPEPE (デパペペ) adalah grup musik berasal dari Jepang yang kedua personilnya memainkan gitar akustik. Nama DEPAPEPE sendiri berasal dari gabungan kedua nama pendek dari kedua personilnya. Dibentuk tahun 2002, mereka sempat mengeluarkan 3 album indie sebelum akhirnya mereka bergabung dengan label Sony Music.
Anggota :* Miura Takuya (三浦拓也) - Depa (Lahir: Kobe, 5 Maret 1983)
* Tokuoka Yoshinari (徳岡慶也) - Pepe (Lahir: Kobe, 15 Juli 1977)
Read More..

Rabu, 09 Maret 2011

Affandi di Mata Dunia

Affandi memang hanyalah salah satu pelukis besar Indonesia bersama pelukis besar lainnya seperti Raden Saleh, Basuki Abdullah dan lain-lain. Namun karena berbagai kelebihan dan keistimewaan karya-karyanya, para pengagumnya sampai menganugerahinya berbagai sebutan dan julukan membanggakan antara lain seperti julukan Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia bahkan julukan Maestro. Adalah Koran International Herald Tribune yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia, sementara di Florence, Italia dia telah diberi gelar Grand Maestro.

Berbagai penghargaan dan hadiah bagaikan membanjiri perjalanan hidup dari pria yang hampir seluruh hidupnya tercurah pada dunia seni lukis ini. Di antaranya, pada tahun 1977 ia mendapat Hadiah Perdamaian dari International Dag Hammershjoeld. Bahkan Komite Pusat Diplomatic Academy of Peace PAX MUNDI di Castelo San Marzano, Florence, Italia pun mengangkatnya menjadi anggota Akademi Hak-Hak Azasi Manusia.

Dari dalam negeri sendiri, tidak kalah banyak penghargaan yang telah diterimanya, di antaranya, penghargaan "Bintang Jasa Utama" yang dianugrahkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1978. Dan sejak 1986 ia juga diangkat menjadi Anggota Dewan Penyantun ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta. Bahkan seorang Penyair Angkatan 45 sebesar Chairil Anwar pun pernah menghadiahkannya sebuah sajak yang khusus untuknya yang berjudul "Kepada Pelukis Affandi".

Untuk mendekatkan dan memperkenalkan karya-karyanya kepada para pecinta seni lukis, Affandi sering mengadakan pameran di berbagai tempat. Di negara India, dia telah mengadakan pameran keliling ke berbagai kota. Demikian juga di berbagai negara di Eropa, Amerika serta Australia. Di Eropa, ia telah mengadakan pameran antara lain di London, Amsterdam, Brussels, Paris, dan Roma. Begitu juga di negara-negara benua Amerika seperti di Brasil, Venezia, San Paulo, dan Amerika Serikat. Hal demikian jugalah yang membuat namanya dikenal di berbagai belahan dunia. Bahkan kurator terkenal asal Magelang, Oei Hong Djien, pernah memburu lukisan Affandi sampai ke Rio de Janeiro.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Affandi Read More..

Kamis, 03 Maret 2011

WISATA BUDAYA WONOSOBO


Wonosobo adalah sebuah kabupaten yang terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Tengah. Luas wilayahnya 984,68 km2 dengan ketinggian antara 270-2300 meter dari permukaan laut. Padahal tahun 2002, kabupaten ini secara administratif dibagi menjadi 14 kecamatan, 236 desa, 28 kelurahan dan 961 dusun.

Penduduk kabupaten Wonosobo mempunyai beberapa tradisi dan budaya yang telah dijalani secara turun temurun antara lain berupa ruwatan rambut gembel, suran untuk memperingati 1 Sura, hak-hakan sebagai wujud syukuran setelah panen, Baritan dan Nyadran atau sedekah bumi mohon keselamatan.

Tradisi budaya ini juga tidak bisa dilepaskan dari aneka seni tari dan permainan yang mempunyai daya tarik tersendiri. Tarian yang ada di Wonosobo antara lain tari Kuda Kepang ( Embleg ), Tari Lengger, Tari Angguk, Tari Cepetan, Tari Bangilon, Tari Rodad dan lain sebagainya.


Biasanya tari-tarian ini dipentaskan pada saat khusus misalnya pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus dan ulang tahun Kabupaten Wonosobo tanggal 24 Juli.

Informasi lebih lengkap mengenai tradisi budaya dapat ditanyakan ke :
1.    Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo.
    Jl. Kartini no 3 -  321194 – Wonosobo  56311.
2.    Kantor Humas Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
    Jl. Merdeka 1 -  321345 – Wonosobo  56311.

Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang mau menghargai budaya kita?

Read More..